PALU | Warta Sulteng –
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di bulan Ramadan 1447 Hijriah menjadi sorotan publik setelah sebuah video yang merekam isi paket makanan untuk siswa SDN 6 Kayumalue Ngapa, Kota Palu, beredar luas di media sosial.
Dalam video tersebut, disebutkan paket MBG yang dibagikan dikemas menggunakan kantong plastik kresek bening dan diperuntukkan bagi siswa SDN 6 Kayumalue Ngapa. Sosok dalam video yang diduga seorang guru menjelaskan, paket tersebut merupakan jatah untuk Senin, 23 Februari dan Selasa, 24 Februari 2026.
Pada rekaman itu, paket untuk hari Senin diperlihatkan satu per satu saat dikeluarkan dari kantong plastik. Isinya terdiri atas satu kotak susu ukuran kecil, dua buah pisang, satu bungkus roti seharga Rp1.000, serta empat butir telur puyuh.
Sementara untuk hari Selasa, isi paket disebut hanya berupa satu bungkus roti seharga Rp1.000, tiga butir kurma, dan satu bungkus kecil kacang goreng yang diperkirakan seharga Rp1.500. Perekam video mengaku prihatin dengan komposisi makanan tersebut, terlebih karena paket untuk hari berikutnya sudah dikirim bersamaan.
“Terus terang sangat miris melihatnya, karena hari ini langsung dikirim untuk paket MBG besok Selasa. Untuk Selasa sangat miris melihatnya, hanya berisikan sebungkus roti, tiga buah kurma, dan sebungkus kecil kacang goreng. Apakah ini yang dimaksud MBG dengan anggaran 15 triliun per hari? Tolong Bapak Wali Kota, Gubernur, dan Presiden agar hal ini menjadi perhatian,” ujar yang di duga adalah guru dalam video tersebut.
Unggahan itu langsung memicu beragam komentar dari warganet. Sebagian besar mempertanyakan standar gizi, kualitas, serta pengawasan distribusi program MBG, khususnya selama Ramadan.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari otoritas terkait maupun pihak SPPG yang melayani sekolah di wilayah Kayumalue Ngapa, Kota Palu. **