PALU | Warta Sulteng –
Perum Bulog Sulawesi Tengah memastikan stok minyak goreng rakyat MinyaKita tetap aman dan tersedia untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di seluruh wilayah Sulawesi Tengah, termasuk daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Pemimpin Wilayah Bulog Sulteng, Jusri, mengatakan pasokan MinyaKita dari produsen PT TSL setiap bulan mencapai 816 ribu liter hingga 1,1 juta liter. Bulog kemudian menyalurkan minyak goreng tersebut secara rutin ke pasar dengan volume distribusi sekitar 60 ribu hingga 70 ribu liter per hari.
“Penyaluran berjalan secara berkelanjutan dan reguler. Kami terus menjaga agar perputaran stok tetap lancar,” kata Jusri, Kamis (21/5/2026).
Bulog juga menyiapkan cadangan stok dalam jumlah besar di gudang untuk menjaga stabilitas pasokan. Dalam kondisi normal, tersedia sekitar 20 hingga 30 truk MinyaKita yang siap didistribusikan sesuai kebutuhan masyarakat.
Jusri menjelaskan, kesiapan stok itu tidak hanya dilakukan menjelang hari besar keagamaan seperti Iduladha, tetapi menjadi langkah rutin Bulog dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga bahan pokok di pasaran.
“Semua produk Bulog, baik saat hari besar keagamaan maupun hari biasa, selalu kami siapkan stok tertentu. Kami juga terus mengamankan stok yang berputar di lapangan dengan dukungan pasokan distributor,” ujarnya.
Meski demikian, Bulog mengakui distribusi ke sejumlah wilayah kepulauan masih menghadapi kendala, terutama di Kabupaten Banggai Kepulauan. Hambatan transportasi laut dan gangguan operasional kapal menyebabkan penyaluran pasokan sedikit terhambat dan memicu gejolak harga di wilayah tersebut.
“Hambatan distribusi memang ada, terutama karena faktor transportasi. Namun kami terus berkoordinasi agar pasokan tetap sampai ke masyarakat,” jelas Jusri.
Bulog Sulteng menegaskan komitmennya menjaga ketersediaan MinyaKita secara merata di seluruh daerah dengan harga sesuai harga eceran tertinggi (HET) sebesar Rp15.700 per liter.**
Selain memastikan distribusi berjalan lancar, Bulog juga terus berkoordinasi dengan pimpinan cabang di setiap kabupaten untuk menjaga ketersediaan stok serta melakukan pemantauan harga bersama pemerintah daerah dan Satgas Pangan melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SP2KP).
Melalui langkah tersebut, Bulog berharap masyarakat tetap dapat memperoleh MinyaKita dengan harga terjangkau dan pasokan yang stabil di seluruh wilayah Sulawesi Tengah.







