POSO | Warta Sulteng –
Tim SAR Gabungan masih melakukan pencarian terhadap seorang penambang emas yang dilaporkan hanyut di Sungai Lariang, Desa Doda Lore, Kecamatan Lore Tengah, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah.
Korban diketahui bernama Gito Aprianto (31) yang diduga terseret arus saat menyeberangi Sungai Lariang bersama adiknya sepulang dari aktivitas menambang emas di kawasan Bulu Tuwo, Sabtu (13/6) sekitar pukul 16.00 Wita.
Adik korban sempat berupaya memberikan pertolongan, namun derasnya arus sungai membuat korban hanyut. Keluarga bersama warga sekitar telah melakukan pencarian secara mandiri, tetapi belum menemukan korban hingga akhirnya melaporkan kejadian tersebut kepada Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu, Muh. Rizal, mengatakan tim rescue yang berjumlah enam personel telah diberangkatkan menuju lokasi pada Minggu (14/6) dan tiba pada malam hari untuk berkoordinasi dengan keluarga serta unsur terkait.
“Operasi pencarian terus dilakukan bersama unsur SAR gabungan dengan mengedepankan prosedur keselamatan sesuai standar operasional yang berlaku,” kata Muh. Rizal dalam keterangan tertulis, Senin (15/6).
Pada hari kedua operasi, Senin pagi, tim membagi personel ke dalam dua Search and Rescue Unit (SRU). SRU pertama menyisir sepanjang aliran Sungai Lariang dari titik masuk hingga titik keluar dengan panjang lintasan sekitar enam kilometer. Sementara SRU kedua melakukan penyisiran darat di sepanjang sisi sungai dari Desa Teba menuju Desa Lelio sejauh sekitar tujuh kilometer.
Operasi pencarian melibatkan Tim Rescue Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu, Polsek Lore Tengah, pemerintah desa, keluarga korban, dan masyarakat setempat. Tim juga mengerahkan perahu karet, peralatan water rescue, navigasi, komunikasi, medis, serta perlengkapan evakuasi untuk mendukung pencarian.
Hingga Senin siang, korban belum ditemukan dan operasi SAR masih terus berlangsung. **







