TOJO UNA-UNA | Warta Sulteng –

Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Palu mengerahkan tim SAR untuk mencari sebuah perahu yang dilaporkan hilang kontak di perairan Teluk Tomini, Kabupaten Tojo Una-Una, Sulawesi Tengah, Sabtu (25/7/2026). Sebanyak 13 orang berada di dalam perahu tersebut, dengan dugaan awal 11 di antaranya merupakan warga negara asing (WNA).

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu, Muh. Rizal, mengatakan operasi SAR dimulai pada pukul 09.40 Wita.

Tim Rescue Pos SAR Luwuk diberangkatkan menuju lokasi menggunakan Kapal Negara (KN) SAR Bhisma dengan membawa 13 personel serta dilengkapi sejumlah peralatan pendukung pencarian dan penyelamatan.

“Tim Rescue Pos SAR Luwuk diberangkatkan menggunakan KN SAR Bhisma menuju lokasi kejadian dengan membawa personel dan peralatan SAR pendukung. Estimasi tiba di lokasi sekitar pukul 19.40 Wita,” ujar Muh. Rizal dalam laporan operasi SAR.

Berdasarkan data awal yang diterima Basarnas, terdapat 13 orang yang berada di atas perahu saat dilaporkan hilang kontak. Dua di antaranya diketahui merupakan warga negara Indonesia, yakni Ferdiansyah (29) dan Arif (27).

Perahu Diduga Hilang Kontak di Teluk Tomini, Basarnas Lakukan Operasi Pencarian

Sementara 11 penumpang lainnya diduga merupakan warga negara asing berdasarkan identitas yang diterima tim SAR, yakni Milan Kasik (55), Rani Permentier (30), Mathijs Sercu (29), Jelka Van Driesum (16), Hinke Van Deer (59), Roeland Van Driesum (61), Age Van Driesum (18), Matthias Prange (50), Celine Josette Menguy (52), Hector Fabio Prange (20), dan Ronny Josue Prange (13).

Hingga saat ini, kewarganegaraan para penumpang tersebut masih dalam proses verifikasi oleh pihak berwenang.

Operasi pencarian melibatkan Tim Rescue Pos SAR Luwuk, kru KN SAR Bhisma, dan personel Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara (Polairud). Tim juga didukung peralatan komunikasi, peralatan medis, serta perlengkapan evakuasi untuk menunjang proses pencarian.

Selama operasi berlangsung, kondisi cuaca di perairan Teluk Tomini dilaporkan cerah berawan dengan kecepatan angin sekitar 6 kilometer per jam dan tinggi gelombang berkisar 0,6 hingga 0,8 meter.

Basarnas Palu menyatakan proses pencarian masih berlangsung dan perkembangan lebih lanjut akan disampaikan setelah tim tiba di lokasi serta memperoleh informasi terbaru dari lapangan. **