PALU, Wartasulteng.com –

Wali Kota Palu yang diwakili oleh Staf Ahli Bidang Sosial dan Budaya, Yudhi Riyani Firman, S.Sos., M.Si, secara simbolis membuka Workshop Peningkatan Perspektif Inklusif Disabilitas dalam Pembangunan Kota Palu pada Selasa (14/07/2026) di Ballroom Sutan Raja Hotel. Kegiatan ini dihadiri oleh sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) sebagai upaya memperkuat kapasitas pemerintah dalam menciptakan pembangunan yang inklusif.

Dalam sambutannya, Yudhi Riyani mengapresiasi Yayasan Sikola Mombine dan Sasakawa Peace Foundation yang telah menginisiasi kegiatan ini. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, masyarakat sipil, dan mitra pembangunan untuk mewujudkan Kota Palu yang inklusif bagi semua.

“Pembangunan tidak akan berhasil jika masih ada kelompok masyarakat yang terpinggirkan,” ungkapnya. Persoalan aksesibilitas bagi penyandang disabilitas harus menjadi perhatian utama dalam setiap proses pembangunan.

Workshop ini bertujuan untuk membangun pemahaman tentang prinsip inklusi, aksesibilitas, dan partisipasi bermakna, serta memperluas kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas. Pemerintah Kota Palu berkomitmen untuk terus menghadirkan kebijakan yang berpihak kepada semua lapisan masyarakat.

“Penyandang disabilitas bukan hanya penerima manfaat, tetapi juga subjek pembangunan yang memiliki potensi besar,” lanjutnya. Dengan kolaborasi lintas sektor, diharapkan pembangunan yang inklusif dapat terwujud.

Pemerintah Kota Palu berharap workshop ini tidak hanya menjadi forum diskusi, tetapi juga menghasilkan langkah konkret yang dapat diterapkan oleh masing-masing perangkat daerah. Melalui inisiatif ini, diharapkan Kota Palu dapat menjadi kota yang ramah dan memberikan kesempatan setara bagi seluruh warganya, sesuai dengan visi “Kota Palu Mantap Berkelanjutan yang Akseleratif, Inovatif, dan Kolaboratif.”