PALU | Warta Sulteng –
Asosiasi Lari Trail Indonesia (ALTI) Provinsi Sulawesi Tengah mengirim empat atlet untuk memperkuat kontingen Indonesia pada ajang Southeast Asia Trail Running Cup (SEATRC) 2026 yang digelar di Cibodas, Jawa Barat, pada 24–26 Juli 2026.
Empat atlet tersebut adalah Hardiman Purba, Adrian Rayson Langgari, Nur Hairan, dan Sofiah Rahmawati Maudub. Tiga nama pertama merupakan atlet binaan Pengurus Provinsi ALTI Sulawesi Tengah, sedangkan Sofiah Rahmawati Maudub mendapat pembiayaan dari Pengurus Besar (PB) ALTI.
Pada kejuaraan tersebut, Hardiman Purba akan tampil di nomor Short Trail 43 kilometer. Sementara Adrian Rayson Langgari dan Nur Hairan akan bertanding pada nomor Mountain Classic Junior 10 kilometer. Adapun Sofiah Rahmawati Maudub akan bersaing di nomor Mountain Classic Senior 10 kilometer.
Ketua ALTI Sulawesi Tengah, Harry Akbar Pratama, mengatakan keikutsertaan empat atlet tersebut merupakan hasil pembinaan yang terus dilakukan organisasi dalam mendorong lahirnya atlet trail running berprestasi dari Sulawesi Tengah.
“Keikutsertaan mereka di SEATRC merupakan kebanggaan bagi ALTI Sulawesi Tengah. Ini menjadi bukti bahwa atlet-atlet daerah mampu bersaing dan mendapat kepercayaan untuk memperkuat Indonesia di ajang internasional,” ujar Harry.
Menurut Harry, kesempatan tampil di tingkat Asia Tenggara akan memberikan pengalaman bertanding yang tidak dapat diperoleh pada kejuaraan nasional. Pengalaman tersebut diharapkan menjadi bekal penting bagi atlet untuk meningkatkan kualitas dan mental bertanding.
“Kami berharap seluruh atlet dapat tampil maksimal, menikmati setiap perlombaan, dan tetap menjaga semangat sportivitas. Mereka membawa nama Indonesia sekaligus nama Sulawesi Tengah, sehingga kami ingin mereka bertanding dengan penuh percaya diri dan memberikan kemampuan terbaik,” katanya.
Ia menegaskan, target utama bukan semata-mata meraih medali, tetapi juga membangun pengalaman serta menambah jam terbang atlet menghadapi persaingan internasional.
“Prestasi tentu menjadi target, tetapi pengalaman bertanding di level Asia Tenggara juga sangat berharga. Semoga mereka mampu membawa pulang hasil terbaik sekaligus menjadi inspirasi bagi atlet-atlet muda trail running di Sulawesi Tengah,” ucap Harry.
SEATRC 2026 merupakan edisi kedua kejuaraan lari trail tingkat Asia Tenggara yang diikuti atlet dari delapan negara, yakni Indonesia, Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, Filipina, Vietnam, Kamboja, dan Myanmar.
Kompetisi tersebut mempertandingkan lima nomor, yakni Long Trail, Short Trail, Mountain Classic Junior, Mountain Classic Senior, dan Mountain Vertical. Selain menjadi ajang perebutan prestasi, SEATRC juga menjadi wadah mempererat hubungan antarnegara serta mendorong perkembangan olahraga lari trail di kawasan Asia Tenggara.
Sebagai tuan rumah, Indonesia menurunkan skuad terbaik dengan target mempertahankan prestasi pada penyelenggaraan sebelumnya. Salah satu andalan Merah Putih adalah Yusri Nanda yang kembali turun di nomor Mountain Vertical setelah menjadi juara pada SEATRC edisi perdana dengan catatan waktu 40 menit 55,600 detik.
Selain Yusri Nanda, Tim Indonesia diperkuat sejumlah pelari elite, antara lain Melda Cantika, Fitri, Hafiziani Adilla Narsya, Putra Aldio Hamzah, Indra Saputra, Nur Azarine Putri Yasmin, Muhammad Ihsan, Rahmat, Sobari Herdiana, Achmad Lucky Fajari, Sri Wahyuni, Septiana Nia Swastika, hingga Evelen Besthari.
Keikutsertaan empat atlet asal Sulawesi Tengah diharapkan mampu memberikan kontribusi bagi Indonesia sekaligus memperkuat eksistensi daerah dalam perkembangan olahraga trail running di tingkat nasional maupun internasional. **







