JAKARTA | Warta Sulteng –
Pengurus Daerah Asosiasi Lari Trail Indonesia (ALTI) Sulawesi Tengah melakukan silaturahmi dengan Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) ALTI, Bima Arya Sugiarto, di Jakarta, Kamis (13/8/2026). Pertemuan tersebut membahas penguatan organisasi serta agenda pengembangan olahraga lari trail di Sulawesi Tengah dan tingkat nasional.
Ketua ALTI Sulawesi Tengah, Hary Akbar, mengatakan Ketua Umum ALTI memberikan apresiasi terhadap kepengurusan baru ALTI Sulawesi Tengah yang telah terbentuk dan resmi dilantik.
“Alhamdulillah, beliau memberikan apresiasi dan merespons sangat baik kepengurusan baru ALTI Sulawesi Tengah. Beliau juga mengapresiasi pelantikan pengurus yang telah terlaksana di Palu serta mendukung berbagai agenda dan event yang akan kami jalankan ke depan,” ujar Hary Akbar.
Dalam pertemuan tersebut, Bima Arya yang juga menjabat sebagai Wakil Menteri Dalam Negeri mendorong ALTI Sulteng untuk terus aktif mengembangkan olahraga lari trail melalui pembinaan atlet dan penyelenggaraan berbagai kegiatan yang dapat memperkenalkan potensi daerah.
Selain membahas penguatan organisasi, pertemuan itu juga menyinggung pelaksanaan Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Trail Running yang direncanakan berlangsung di kawasan Gunung Dempo, Kota Pagar Alam, Provinsi Sumatera Selatan, bulan Desember nanti.
Hary mengungkapkan, Bima Arya telah menginstruksikan Pengurus Pusat (PP) ALTI untuk berkoordinasi lebih lanjut terkait pelaksanaan kejuaraan nasional tersebut.
“Beliau sudah memerintahkan pengurus pusat untuk berkoordinasi terkait pelaksanaan Kejurnas di Gunung Dempo, Pagar Alam,” katanya.
Pada kesempatan itu, ALTI Sulawesi Tengah juga menyampaikan usulan terkait jadwal pelaksanaan Kejurnas yang berpotensi beririsan dengan agenda Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sulawesi Tengah di Kabupaten Morowali.
“Kami meminta agar pelaksanaannya bisa diundur atau dimajukan sehingga tidak bersamaan dengan Porprov Sulawesi Tengah di Morowali. Harapannya para atlet dapat mengikuti kedua agenda tersebut secara maksimal,” ujar Hary.
Menurutnya, sinkronisasi jadwal menjadi penting agar atlet daerah tidak kehilangan kesempatan tampil pada dua ajang penting tersebut sekaligus menjaga kualitas pembinaan olahraga lari trail di Sulawesi Tengah.**



