PALU, Wartasulteng.com –

Serikat Pegawai Bank Sulteng mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk berkolaborasi dalam mempertahankan peran Bank Pembangunan Daerah (BPD) dalam pengelolaan payroll Aparatur Sipil Negara (ASN). Mereka menilai bahwa pengalihan payroll ASN ke bank lain berpotensi merugikan keberlangsungan BPD dan perekonomian daerah secara keseluruhan.

Dalam pandangan Serikat Pegawai, BPD memiliki peran strategis dalam pembangunan ekonomi daerah. Pengelolaan payroll ASN di BPD tidak hanya sekadar transaksi keuangan, tetapi juga berkontribusi pada penguatan kapasitas bank daerah dalam menjalankan fungsi intermediasi. Dengan dukungan terhadap UMKM dan pembiayaan sektor produktif, BPD dapat menjadi motor penggerak ekonomi daerah.

Serikat Pegawai menekankan pentingnya melihat kebijakan pengalihan payroll ASN secara lebih komprehensif. Mereka percaya bahwa keputusan ini tidak boleh hanya didasarkan pada pertimbangan bisnis jangka pendek, melainkan harus mempertimbangkan dampak jangka panjang bagi perekonomian daerah.

Serikat Pegawai Bank Sulteng mendorong adanya dialog konstruktif yang melibatkan semua pihak terkait, termasuk manajemen BPD, pemegang saham, dan pemerintah daerah. Mereka berharap setiap kebijakan terkait payroll ASN dapat dirumuskan dengan mempertimbangkan keberlangsungan dan penguatan BPD sebagai bank milik daerah.

Dengan bersatu, elemen-elemen BPD di seluruh Indonesia dapat menyampaikan aspirasi mereka secara konstitusional. Komunikasi dan dialog yang baik antara semua pemangku kepentingan sangat penting untuk mencapai kesepakatan yang saling menguntungkan. Serikat Pegawai berharap agar setiap kebijakan yang diambil dapat menciptakan sinergi yang positif bagi pembangunan daerah dan keberlangsungan BPD.