PALU | Warta Sulteng –

Perum Bulog Kantor Wilayah Sulawesi Tengah memastikan pasokan Minyakita mulai kembali normal setelah sempat mengalami keterbatasan distribusi dalam beberapa pekan terakhir. Bulog kini memprioritaskan penyaluran ke pasar-pasar yang masuk dalam jaringan Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) sesuai arahan pemerintah pusat.

Pimpinan Wilayah Perum Bulog Sulawesi Tengah, Jusri Pakke, mengatakan pasokan Minyakita sempat turun drastis. Dalam kondisi normal, Bulog menerima sekitar 600 ribu liter atau setara 60 truk setiap pekan. Namun, selama dua pekan sebelumnya, pasokan yang diterima hanya sekitar 20 ribu liter.

“Dalam kondisi normal kami menerima sekitar 600 ribu liter per minggu. Kemarin selama dua minggu kami hanya menerima sekitar 20 ribu liter sehingga distribusi sangat terbatas,” kata Jusri saat diwawancarai sejumlah media di Kantor Perum Bulog Sulteng, belum lama ini.

Menurut Jusri, keterbatasan pasokan tersebut membuat Bulog harus mengatur distribusi secara selektif dengan memprioritaskan pasar-pasar SP2KP yang menjadi lokasi pemantauan harga kebutuhan pokok oleh pemerintah.

Ia mengakui kebijakan tersebut memunculkan keluhan dari masyarakat karena belum semua wilayah dapat dilayani.

“Kami berupaya mendistribusikan stok yang terbatas itu ke pasar sehingga memang masih ada masyarakat yang mengeluhkan belum mendapatkan pasokan,” ujarnya.

Seiring mulai pulihnya pasokan dari pusat, Bulog akan terlebih dahulu memenuhi kebutuhan Minyakita di pasar-pasar SP2KP sebelum memperluas distribusi ke pengecer di luar jaringan tersebut.

“Sekarang pasokan mulai kembali normal. Setelah kebutuhan di pasar SP2KP terpenuhi, kami akan kembali menyalurkan ke pengecer di luar pasar,” kata Jusri.

Ia menjelaskan, prioritas distribusi ke pasar SP2KP bukan merupakan kebijakan Bulog daerah, melainkan instruksi pemerintah pusat. Pasar SP2KP dipilih karena menjadi lokasi resmi pemantauan harga dan dinilai memiliki tingkat aktivitas transaksi yang lebih tinggi dibanding sebagian pasar tradisional lainnya.

“SP2KP merupakan pasar yang menjadi lokasi pencatatan harga pemerintah. Karena itu distribusi diprioritaskan ke sana sesuai ketentuan dari pusat,” jelasnya.

Bulog berharap normalisasi pasokan Minyakita dapat memperluas jangkauan distribusi dalam beberapa pekan ke depan sehingga kebutuhan masyarakat di seluruh wilayah Sulawesi Tengah dapat kembali terpenuhi. **