PALU | Warta Sulteng –

PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Palu menyalurkan bantuan perangkat digital kepada SMA Negeri 2 Palu melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Bantuan tersebut diharapkan memperkuat transformasi pembelajaran berbasis teknologi sekaligus meningkatkan kompetensi tenaga pendidik dalam memanfaatkan perangkat digital di ruang kelas.

Penyerahan bantuan berlangsung di Ruang Guru SMA Negeri 2 Palu, Selasa (14/7), dan dibuka Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah I Palu dan Sigi, Kristi Aria Pratama. Hadir dalam kegiatan itu Manager PLN UP3 Palu Ansar, Assistant Manager Keuangan dan Umum PLN UP3 Palu Natallia Revianto, Kepala SMA Negeri 2 Palu Eddy Siswanto, serta jajaran guru.

Dalam program tersebut, PLN menyerahkan 10 paket komputer, lima unit LCD proyektor, lima layar proyektor, dan dua unit speaker sebagai sarana penunjang pembelajaran berbasis digital. Selain itu, PLN juga menggelar pelatihan pemanfaatan teknologi bagi para guru agar perangkat yang diberikan dapat dimanfaatkan secara optimal.

Pelatihan menghadirkan Syukri sebagai narasumber dengan materi pemanfaatan teknologi digital dalam proses belajar mengajar, penggunaan media pembelajaran interaktif, serta strategi meningkatkan efektivitas pembelajaran melalui perangkat digital. Seluruh peserta mengikuti sesi teori dan praktik dengan antusias.

PLN Pulihkan 68 Ribu Pelanggan dan Salurkan Bantuan bagi Korban Gempa di Sigi

Kepala SMA Negeri 2 Palu, Eddy Siswanto, mengapresiasi dukungan PLN terhadap peningkatan kualitas pendidikan di sekolahnya. Menurut dia, bantuan perangkat digital dan pelatihan bagi guru akan mempercepat penerapan pembelajaran yang lebih modern dan interaktif.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada PLN UP3 Palu atas bantuan yang diberikan kepada SMA Negeri 2 Palu. Bantuan perangkat digital beserta pelatihan bagi para guru ini akan sangat membantu kami dalam meningkatkan kualitas pembelajaran yang lebih modern dan interaktif. Kami berharap kolaborasi yang baik ini dapat terus berlanjut sehingga semakin banyak manfaat yang dirasakan oleh dunia pendidikan,” ujar Eddy.

Apresiasi serupa disampaikan Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah I Palu dan Sigi, Kristi Aria Pratama. Ia menilai kolaborasi antara dunia usaha dan sektor pendidikan menjadi faktor penting dalam mempercepat transformasi pembelajaran yang adaptif terhadap perkembangan teknologi.

“Kami mengapresiasi PLN UP3 Palu yang telah menunjukkan kepeduliannya terhadap peningkatan kualitas pendidikan melalui program TJSL ini. Bantuan perangkat digital dan pelatihan bagi guru menjadi dukungan yang sangat berarti dalam memperkuat implementasi pembelajaran berbasis teknologi di sekolah. Semoga kolaborasi seperti ini terus berlanjut sehingga mampu memberikan manfaat yang semakin luas bagi dunia pendidikan di Sulawesi Tengah,” kata Kristi.

Manager PLN UP3 Palu, Ansar, mengatakan program TJSL merupakan bentuk komitmen perusahaan untuk memberikan manfaat yang lebih luas kepada masyarakat, tidak hanya melalui penyediaan listrik yang andal, tetapi juga melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia.

“PLN tidak hanya memiliki tanggung jawab menyediakan listrik yang andal bagi masyarakat, tetapi juga berkomitmen menghadirkan manfaat yang lebih luas melalui program TJSL. Kami berharap bantuan perangkat digitalisasi pendidikan beserta pelatihan ini dapat mendukung guru dalam menciptakan proses pembelajaran yang lebih inovatif, efektif, dan sesuai dengan perkembangan teknologi. Pendidikan merupakan investasi jangka panjang sehingga PLN ingin menjadi bagian dari upaya mencetak sumber daya manusia yang unggul di Sulawesi Tengah,” ujar Ansar.

Secara terpisah, General Manager PLN Unit Induk Distribusi Sulawesi Utara, Tengah, dan Gorontalo (UID Suluttenggo), Usman Bangun, menegaskan PLN akan terus menghadirkan program TJSL yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, khususnya di sektor pendidikan.

Menurutnya, pendidikan menjadi fondasi utama dalam mencetak sumber daya manusia yang berdaya saing sehingga dukungan terhadap digitalisasi pembelajaran merupakan bagian dari kontribusi PLN dalam mendukung pembangunan berkelanjutan sekaligus pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), terutama pada aspek pendidikan berkualitas.

“Melalui program TJSL, PLN ingin menghadirkan nilai tambah bagi masyarakat dengan mendukung transformasi pendidikan yang semakin modern dan adaptif terhadap perkembangan teknologi. Kami berharap bantuan ini tidak hanya meningkatkan kualitas proses belajar mengajar, tetapi juga memperkuat kolaborasi antara PLN dan dunia pendidikan dalam mencetak generasi unggul yang siap menghadapi tantangan masa depan,” tutup Usman Bangun. **