PALU, Wartasulteng.com –
Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sulawesi Tengah (Kanwil Kemenkum Sulteng) menjadikan peringatan Hari Kesaktian Pancasila sebagai momentum untuk memperkuat persatuan dan mengingat kembali perjalanan sejarah bangsa, termasuk peristiwa pemberontakan Gerakan 30 September yang menjadi bagian kelam dalam perjalanan Indonesia.
Pesan tersebut disampaikan Kepala Kanwil Kemenkum Sulteng, Rakhmat Renaldy, saat memimpin pelaksanaan peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Lapangan Upacara Kemenkum Sulteng, Kamis (1/10/2026). Kegiatan diikuti seluruh jajaran Kanwil Kemenkum Sulteng.
Rakhmat mengajak jajarannya tidak sekadar mengenang sejarah, tetapi mengambil pelajaran dari berbagai peristiwa yang pernah menguji persatuan bangsa. Menurutnya, sejarah harus menjadi pengingat bahwa perbedaan di tengah masyarakat tidak boleh berkembang menjadi perpecahan.
“Sebagai anak bangsa, kita harus terus mengingat sejarah dan mengambil pelajaran dari setiap peristiwa yang pernah terjadi. Pancasila harus menjadi pegangan dalam menjaga persatuan, saling menghormati, serta tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang dapat memecah belah,” ujar Rakhmat.
Ia juga mengingatkan jajaran agar lebih bijak menyikapi informasi yang beredar, terutama di tengah derasnya arus komunikasi digital. Hoaks, isu suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA), maupun fitnah, kata dia, dapat menjadi ancaman terhadap persatuan apabila tidak disikapi dengan kedewasaan dan semangat kebangsaan.
“Jangan mudah terpecah belah, jangan mudah percaya pada hoaks, isu SARA, maupun fitnah. Kita harus mengedepankan nilai-nilai Pancasila dalam menjalankan tugas maupun dalam kehidupan bermasyarakat,” tegasnya.
Peringatan Hari Kesaktian Pancasila juga menjadi pengingat bagi jajaran Kemenkum Sulteng bahwa nilai Pancasila harus tercermin dalam pelaksanaan tugas pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat. Nilai tersebut antara lain diwujudkan melalui sikap adil, menghormati perbedaan, menjaga integritas, serta memberikan pelayanan hukum yang tidak diskriminatif.
Sejalan dengan itu, Rakhmat memastikan Kanwil Kemenkum Sulteng akan terus mendukung program prioritas Presiden Prabowo Subianto melalui pelaksanaan tugas dan program Kementerian Hukum yang diarahkan untuk memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Kami di Kanwil Kemenkum Sulteng siap mendukung penuh program prioritas Presiden yang diejawantahkan melalui berbagai program Kementerian Hukum. Dukungan itu akan kami wujudkan melalui kerja nyata, pelayanan yang semakin baik, dan pelaksanaan tugas yang berorientasi pada kepentingan masyarakat,” katanya.
Momentum Hari Kesaktian Pancasila, dengan demikian, tidak berhenti pada kegiatan mengenang sejarah. Bagi jajaran Kanwil Kemenkum Sulteng, peringatan tersebut menjadi pengingat untuk menjaga persatuan, memperkuat integritas, dan memastikan nilai-nilai Pancasila tetap menjadi landasan dalam menjalankan pengabdian kepada negara.





