TOJO UNA-UNA | Warta Sulteng –

Chief of Art and Photo Division Media Indonesia Daily, Hariyanto, membagikan tujuh kiat menghasilkan foto jurnalistik yang tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga mampu menyampaikan cerita kepada publik.

Tips tersebut disampaikan kepada hampir dua puluh jurnalis dari berbagai media, saat menjadi pemateri fotografi jurnalistik pada kegiatan Capacity Building Media yang digelar Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Sulawesi Tengah di Marina Cottage, Ampana, Kabupaten Tojo Una-Una, Senin (3/8/2026).

Menurut Hariyanto, kualitas foto jurnalistik tidak ditentukan oleh mahalnya kamera, melainkan kemampuan fotografer membaca peristiwa dan menghadirkan makna melalui visual.

“Foto jurnalistik harus bercerita, bukan sekadar indah dipandang,” katanya.

Hariyanto kemudian membagikan tujuh hal yang perlu diperhatikan jurnalis saat memotret di lapangan.

Pertama, melatih kepekaan visual dengan membiasakan diri mengamati kehidupan sehari-hari dan membaca ekspresi manusia.

Kedua, tidak mengikuti sudut pandang fotografer lain, tetapi berani mencari posisi dan perspektif yang berbeda agar menghasilkan foto yang lebih kuat.

“Kalau semua berdiri di tempat yang sama, hasil fotonya juga akan sama. Carilah sudut pandang yang berbeda,” ujarnya.

Ketiga, melakukan riset sebelum peliputan agar memahami isu dan dapat menentukan visual yang ingin dihasilkan.

Keempat, memvisualisasikan foto yang ingin dibuat sebelum menekan tombol rana sehingga pengambilan gambar lebih terarah.

Kelima, membangun komunikasi dengan narasumber agar memperoleh ekspresi dan momen yang lebih natural.

Keenam, datang lebih awal dan meninggalkan lokasi paling akhir karena momen penting sering muncul di luar agenda resmi.

“Datanglah paling awal dan pulang paling akhir. Sering kali momen terbaik justru terjadi di luar acara inti,” kata Hariyanto.

Ketujuh, mengembangkan kemampuan multiplatform. Menurutnya, jurnalis saat ini tidak cukup hanya mahir memotret, tetapi juga harus mampu menulis berita, merekam video, menyusun voice over, hingga membuat caption untuk berbagai platform digital.

“Jurnalis masa kini harus mampu menghasilkan berbagai bentuk konten, bukan hanya foto,” ujarnya.

Di akhir pemaparannya, Hariyanto kembali mengingatkan bahwa kamera hanyalah alat. “Yang paling menentukan kualitas sebuah foto jurnalistik adalah kepekaan jurnalis dalam menangkap momen, memahami manusia yang menjadi subjek liputan, serta menghadirkan visual yang jujur, informatif, dan memiliki nilai berita” pungkasnya. **