WARTA , PALU – Ratusan Kelurahan Besusu Barat, Kota Palu, bersama Kota Palu mengadakan bencana gempa dan tsunami pada Sabtu, 18 Mei 2024. Kegiatan ini merupakan bagian dari program Desa Tangguh Bencana (Destana) yang di inisiasi oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Dengan tujuan memperkuat kapasitas masyarakat dalam menghadapi dan mengurangi risiko bencana.

Simulasi ini melibatkan berbagai elemen masyarakat Sebanyak 100 orang. Mulai dari warga setempat, relawan, BPBD Kota Palu, , , dan Palang Merah Indonesia (PMI). Kegiatan ini berlangsung di halaman Masjid Al Hidayah, Jalan Mulawarman, yang merupakan salah satu titik kumpul di Kelurahan Besusu Barat.

Lurah Besusu Barat, Adriani, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan memperkenalkan dan mensosialisasikan langkah-langkah penanggulangan bencana kepada masyarakat setempat.

“Tujuannya adalah memperkenalkan arah evakuasi, titik kumpul, dan cara menghadapi bencana. Walaupun kita tidak menginginkan bencana terjadi, kita harus siap karena kita hidup di atas patahan. Alhamdulillah, kegiatan ini terlaksana dengan baik berkat sama dengan Forum PRB Naroso dan Fasilitator Kelurahan Besusu Barat,” ujar Adriani.

Adriani menambahkan bahwa partisipasi aktif warga sangat penting untuk menciptakan komunitas yang tangguh.

“Kami bangga menjadi bagian dari program Destana BNPB. Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan pengetahuan kami tentang penanggulangan bencana, tetapi memperkuat solidaritas dan kerja sama di antara warga,” tambahnya.

Asisten II , dr. Huzaema, membuka kegiatan ini secara resmi mewakili Palu. Ia mengungkapkan apresiasinya atas terselenggaranya kegiatan ini. Dan berharap kegiatan ini dapat memberikan edukasi yang baik kepada masyarakat tentang cara menghadapi bencana.

Simulasi di mulai dengan skenario gempa bumi. Di mana warga di latih untuk melakukan evakuasi secara teratur menuju titik kumpul yang aman. Petugas memberikan instruksi tentang cara berlindung yang aman selama gempa serta cara mengevakuasi diri dan membantu orang lain.

Dalam skenario, warga di arahkan untuk bergerak cepat menuju titik kumpul yang telah di tentukan. Memastikan semua warga memahami rute evakuasi yang telah di tetapkan. Selain simulasi gempa dan tsunami, kegiatan ini juga mencakup pelatihan dasar pertolongan pertama.

Di akhir kegiatan, di lakukan evaluasi bersama untuk mengidentifikasi aspek-aspek yang perlu di tingkatkan. Hasil evaluasi ini akan di gunakan untuk memperbaiki dan menyempurnakan rencana tanggap darurat kelurahan.

Melalui simulasi bencana ini, di harapkan masyarakat Kelurahan Besusu Barat semakin siap dan mampu mengurangi dampak bencana. Kegiatan ini di hadiri oleh Camat Palu Timur Gunawan. Penata Penanggulangan Bencana Kota Palu, Gayus Novanto. Tim Monitoring Destana, I Ketut. Wakil Koordinator RMC 3, Toufin dan Ariel. Fasilitator Kota Palu, Rosnita dan Eka Wardani Bandi. Serta Fasilitator Kelurahan Lere dan Silae.