PALU | Warta Sulteng –
Kayuputih Family Reflexology membuka cabang kedua di Kota Palu, Sulawesi Tengah, Selasa (25/8/2026). Outlet yang berlokasi di Jalan Zebra Nomor 24A tersebut mengusung konsep family reflexology dengan 35 ruang perawatan yang terbagi atas ruang keluarga, laki-laki, perempuan, dan refleksi.
Pembukaan cabang kedua ini menjadi bagian dari ekspansi Kayuputih Family Reflexology yang saat ini telah memiliki 22 outlet di berbagai wilayah Indonesia. Manajemen Kayuputih berpusat di Kota Malang, Jawa Timur.
Manajer Operasional Kayuputih Group, Yustina Ajeng Sasmita, mengatakan ekspansi ke Palu dilakukan untuk mendekatkan layanan refleksi dan pijat kepada masyarakat sekaligus menghadirkan pengalaman relaksasi yang nyaman bagi berbagai kelompok usia.
“Pembukaan cabang kedua di Palu merupakan bentuk komitmen kami untuk terus mendekatkan layanan Kayuputih Family Reflexology kepada masyarakat. Kami ingin menghadirkan tempat relaksasi yang nyaman, profesional, dan memberikan pengalaman wellness yang berbeda,” ujar Yustina Ajeng.
Menurutnya, Kayuputih memiliki karakter tersendiri yang membedakannya dari tempat refleksi lainnya, terutama dari sisi teknik dan pilihan perawatan.
Layanan yang ditawarkan antara lain pijat tradisional, Tuina, Shiatsu, sports massage, hingga hot stone. Tarif layanan di Kayuputih Family Reflexology Palu 2 dimulai dari Rp120.000.
“Kayuputih memiliki ciri khas teknik yang tidak bisa disamakan dengan tempat lain. Treatment yang kami tawarkan juga beragam,” kata Ajeng.
Selain layanan, desain interior menjadi bagian dari strategi Kayuputih menyasar pasar yang lebih luas, termasuk generasi muda. Manajemen melihat refleksi dan pijat tidak lagi semata-mata sebagai layanan ketika seseorang mengalami keluhan pada tubuh, tetapi mulai menjadi bagian dari gaya hidup.
“Pijat bukan hanya untuk orang yang sakit kemudian datang pijat. Sekarang refleksi dan massage sudah mengarah ke gaya hidup,” ujarnya.
Utamakan Kenyamanan dan Pengawasan
Dari sisi fasilitas, Kayuputih juga menerapkan sejumlah penataan ruang yang mengacu pada anjuran Dinas Kesehatan. Salah satunya dengan memasang kaca pada setiap pintu masuk ruang perawatan.
Kaca tersebut memungkinkan pandangan dari dua arah sehingga dapat membantu mencegah tindakan yang tidak diinginkan selama layanan berlangsung.
Selain itu, manajemen memasang tanda atau signage larangan melakukan tindakan asusila di area perawatan.
Sihkami dan Mimpi dari Sebatang Sabun
Penataan tempat tidur dan panggung perawatan juga dilengkapi lubang kepala dengan jarak tertentu untuk membantu menjaga sirkulasi udara di ruang treatment. Pada bagian atas gorden turut dipasang vitrase untuk mendukung sirkulasi udara.
“Semua ruangan kami tata berdasarkan anjuran Dinas Kesehatan. Salah satunya setiap pintu masuk ke ruang treatment diberikan kaca agar ada pandangan dua arah untuk menghindari tindakan yang tidak diinginkan,” jelas Ajeng.
Kehadiran cabang kedua di Palu sekaligus memperluas jaringan Kayuputih Family Reflexology yang dikembangkan oleh Agus Baramuli dan Vilda. Dengan total 22 outlet di berbagai wilayah Indonesia, perusahaan tersebut menjadikan Kota Malang sebagai pusat pengelolaan usahanya.
Untuk menyambut pembukaan outlet baru di Palu, Kayuputih memberikan promo Grand Opening berupa diskon 15 persen yang berlaku selama satu bulan, mulai 25 Agustus hingga 25 September 2026.
Dengan 35 ruang perawatan dan beragam pilihan layanan, Kayuputih Family Reflexology Palu 2 menargetkan pasar keluarga sekaligus generasi muda yang menjadikan perawatan tubuh dan relaksasi sebagai bagian dari gaya hidup.(Od)



