PALU, Wartasulteng.com –
PT Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Tengah (Bank Sulteng) mengeluarkan pernyataan resmi meminta maaf kepada seluruh nasabah dan masyarakat atas ketidaknyamanan yang disebabkan oleh gangguan layanan perbankan. Permohonan maaf ini disampaikan oleh Direktur Utama (Dirut) Bank Sulteng, Hj. Ramiyatie, dalam konferensi pers yang diadakan di Work Shop Bank Sulteng pada Senin, 26 Oktober 2026.
Dalam konferensi pers tersebut, Hj. Ramiyatie menegaskan bahwa pemulihan dan pembenahan sistem teknologi informasi menjadi prioritas utama perusahaan. Gangguan layanan yang terjadi juga berkaitan dengan penutupan kanal transaksi antarbank oleh regulator untuk pemeliharaan sistem.
“Bank Sulteng berkomitmen untuk terus melakukan langkah-langkah pemulihan secara bertahap, disertai evaluasi dan penguatan infrastruktur teknologi informasi serta keamanan digital,” ungkapnya.
Hj. Ramiyatie merinci tiga komitmen utama yang dijalankan untuk menangani kondisi ini:
1. Pemulihan dan Pembenahan Sistem
– Bank Sulteng terus melakukan evaluasi kondisi sistem dan pengujian. Hal ini mengacu pada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 11 Tahun 2022 tentang Penyelenggaraan Teknologi Informasi oleh Bank Umum. Langkah ini diambil dengan mengutamakan keamanan transaksi dan stabilitas sistem.
2. Penguatan Keamanan Digital
– Sejalan dengan peluncuran aplikasi Bank Sulteng Mobile versi terbaru pada 2025, perusahaan memperkuat pengawasan sistem dan mekanisme deteksi dini. Jika terjadi insiden keamanan, pemeriksaan teknis dan forensik digital akan dilakukan untuk mengidentifikasi penyebab dan langkah penanganan yang tepat.
3. Peningkatan Kualitas Pelayanan
– Meskipun ada gangguan, nasabah masih dapat menggunakan ATM Bank Sulteng untuk penarikan tunai, transfer antar rekening, dan pembayaran listrik. Layanan Bank Sulteng Mobile juga tetap berfungsi untuk transaksi tertentu.
Bank Sulteng memastikan bahwa berbagai layanan tetap dapat diakses oleh nasabah. Nasabah dapat menggunakan ATM untuk transaksi dasar, sementara aplikasi SIKAP dapat digunakan oleh pemerintah daerah untuk transaksi internal. Selain itu, layanan QRIS Merchant Bank Sulteng juga tetap beroperasi.
Untuk transfer dana ke bank lain, nasabah dapat memanfaatkan layanan BI-RTGS dan SKNBI tanpa biaya transfer.
Dalam kesempatan tersebut, Hj. Ramiyatie mengimbau nasabah untuk menjaga kerahasiaan PIN, kata sandi, dan kode OTP. Ia juga memperingatkan agar nasabah mewaspadai penipuan yang mengatasnamakan Bank Sulteng. Nasabah diminta untuk hanya mengikuti informasi melalui kanal resmi perusahaan, termasuk Call Center 14069 dan situs resmi banksulteng.co.id.
Hj. Ramiyatie menegaskan komitmennya untuk menjaga keamanan transaksi, saldo nasabah, dan integritas data selama proses pemulihan berlangsung.








