SIGI | Warta Sulteng –

Kesulitan memperoleh air bersih menjadi salah satu persoalan yang dihadapi warga di sejumlah desa terdampak gempa bumi di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah. Longsoran yang terjadi di kawasan pegunungan menyebabkan aliran air yang selama ini menjadi sumber kebutuhan masyarakat terputus.

Kondisi tersebut membuat warga harus mencari sumber air alternatif untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Di tengah situasi darurat itu, Satuan Brimob Polda Sulawesi Tengah menghadirkan alat pengolahan air (water treatment) guna memastikan masyarakat tetap mendapatkan pasokan air bersih yang layak konsumsi.

Air yang diambil dari sungai diolah melalui proses penyaringan dan sterilisasi hingga menjadi air siap minum. Kehadiran fasilitas tersebut menjadi solusi cepat untuk membantu warga yang kehilangan akses terhadap sumber air bersih akibat bencana.

Martina, salah seorang penyintas gempa, mengaku sangat terbantu dengan keberadaan alat pengolahan air tersebut. Menurutnya, warga kini tidak lagi kesulitan mendapatkan air untuk kebutuhan sehari-hari.

“Kami Bersyukur sekarang kami sudah bisa mendapatkan air bersih untuk diminum dan kebutuhan sehari-hari. Bantuan Brimob ini sangat membantu kami di tengah kondisi seperti sekarang,” ujar Martina.

Selain menyediakan air bersih, personel Brimob Polda Sulawesi Tengah juga mendirikan dapur umum untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat terdampak gempa.

Komandan Kompi II Batalyon A Satbrimob Polda Sulawesi Tengah, Iptu Taufik Andriono, mengatakan kehadiran water treatment merupakan bagian dari upaya kemanusiaan untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi selama masa tanggap darurat.

“Kami berupaya menghadirkan air bersih yang aman dikonsumsi masyarakat. Selain itu, personel juga membantu distribusi logistik, mendirikan dapur umum, serta bergotong royong membersihkan lingkungan dan mengevakuasi bangunan yang rusak akibat gempa,” kata Taufik.

Tak hanya fokus pada penyediaan air bersih dan makanan, personel Brimob bersama warga juga melakukan pembersihan lingkungan serta pembongkaran bangunan yang ambruk guna mempercepat proses pemulihan pascabencana.

Berbagai upaya tersebut diharapkan dapat meringankan beban masyarakat sekaligus mempercepat bangkitnya aktivitas warga di wilayah terdampak gempa Kabupaten Sigi.**