PALU, Wartasulteng.com –

Perjuangan melawan kanker bukan hanya persoalan menjalani pengobatan medis, tetapi juga menghadapi tekanan mental dan emosional yang tidak ringan. Berangkat dari kepedulian terhadap kondisi tersebut, Komunitas Kanker Anutapura Palu secara konsisten menggelar pertemuan rutin setiap bulan sebagai ruang berbagi, saling menguatkan, dan memberikan semangat kepada para pejuang maupun penyintas kanker di Sulawesi Tengah.

Kegiatan yang berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan itu menjadi momen penting bagi para anggota untuk melepas beban pikiran di sela-sela proses pengobatan seperti kemoterapi, operasi, hingga terapi lanjutan. Dalam setiap pertemuan, para peserta saling bertukar pengalaman, berbagi kisah perjuangan, serta memberikan motivasi agar tetap optimistis menjalani proses penyembuhan.

Komunitas ini lahir atas gagasan dr. Muhamad Ikhlas, M.Kes., Sp.B., Subsp.Onk(K), dokter spesialis bedah onkologi di Kota Palu sekaligus Ketua Pengurus Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Wilayah Sulawesi Tengah. Menurutnya, keberhasilan pengobatan kanker tidak hanya ditentukan oleh tindakan medis, tetapi juga dipengaruhi oleh kondisi psikologis pasien.

Karena itu, ia menggagas terbentuknya komunitas sebagai wadah bagi pasien untuk memperoleh dukungan emosional dari sesama pejuang kanker. Dengan adanya ruang berbagi tersebut, pasien diharapkan tidak merasa sendiri menghadapi penyakit yang sedang dijalani.

Di bawah kepemimpinan Ketua Komunitas Kanker Anutapura Palu, Dr. Ir. Arifin Beddu, ST., MT., komunitas terus berkembang menjadi tempat yang nyaman bagi para anggota. Berbagai program rutin dilaksanakan, mulai dari sesi berbagi pengalaman para penyintas yang berhasil melewati masa-masa sulit, edukasi mengenai efek samping pengobatan, hingga diskusi mengenai pola hidup sehat yang mendukung proses pemulihan.

Selain itu, anggota juga diberikan kesempatan untuk menyampaikan keluh kesah mereka. Suasana yang hangat membuat setiap peserta merasa diterima dan mendapatkan energi positif dari sesama anggota.

Dr. Ikhlas menegaskan bahwa dukungan keluarga dan lingkungan memiliki peran besar dalam meningkatkan semangat pasien menjalani terapi. Ketika pasien memiliki mental yang kuat, kepatuhan terhadap pengobatan juga cenderung meningkat sehingga peluang keberhasilan terapi menjadi lebih baik.

Melalui sinergi antara pendampingan medis dan dukungan psikososial, Komunitas Kanker Anutapura Palu kini menjadi rumah kedua bagi para pejuang kanker. Tidak hanya menjadi tempat berbagi cerita, komunitas ini juga menjadi simbol harapan bahwa setiap perjuangan akan terasa lebih ringan ketika dijalani bersama, dengan semangat saling menguatkan dan keyakinan untuk terus melangkah menuju kesembuhan.